Di era media sosial, banyak Gen Z sering merasa takut tertinggal atau Fear of Missing Out (FOMO). Melihat teman jalan-jalan, sukses lebih dulu, punya banyak teman, atau terlihat bahagia di media sosial sering membuat kita merasa hidup kita kurang menarik. Akibatnya, kita jadi sibuk membandingkan diri dengan orang lain dan lupa fokus pada diri sendiri.
Padahal, terlalu fokus pada kehidupan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Sebaliknya, hal itu justru bisa membuat kita merasa tidak cukup, kehilangan kepercayaan diri, dan semakin stres. Daripada terus membandingkan diri, lebih baik gunakan energi tersebut untuk mencari solusi dan mengembangkan diri sedikit demi sedikit.
Menurut Carol S. Dweck, setiap orang memiliki proses dan waktu belajarnya masing-masing. Sementara itu, Martin Seligman menjelaskan bahwa fokus pada hal-hal positif dapat membantu seseorang menjadi lebih optimis dan tangguh dalam menghadapi tantangan hidup.
Website dan media digital yang sering digunakan Gen Z sebenarnya bisa menjadi tempat yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak. Kita bisa mencari informasi, belajar keterampilan baru, mendapatkan motivasi, dan menemukan solusi atas masalah yang sedang dihadapi. Media digital seharusnya menjadi alat untuk berkembang, bukan tempat untuk terus membandingkan hidup kita dengan orang lain.
Pada akhirnya, tidak semua yang terlihat di media sosial adalah kenyataan yang sebenarnya. Setiap orang memiliki perjuangan yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain. Karena itu, fokuslah pada langkahmu sendiri dan terus berkembang sesuai kemampuanmu.
“Kamu tidak harus menjadi seperti orang lain untuk berhasil. Fokuslah pada dirimu sendiri, karena progres kecil tetap lebih baik daripada hanya membandingkan diri tanpa bergerak maju.”


Leave a Reply