Aku berhenti menuntut kesempurnaan dari diri sendiri. Capek ngejar standar “sempurna” yang aku lihat di media sosial. Aku sadar itu cuma highlight reel orang, bukan kehidupan nyata. Hidup yang capek, gagal, berantakan juga nggak pernah mereka posting.

Aku milih berhenti nyiksa diri pakai ekspektasi yang nggak manusiawi. Aku nggak harus langsung sukses. Aku nggak harus langsung mandiri finansial. Aku nggak harus selalu tahu jawaban di usia segini. Boleh nggak tau. Boleh masih nyoba. Boleh masih nyasar. Itu bagian dari proses jadi dewasa.

Aku cuma manusia yang baru pertama kali hidup. Nggak ada buku panduannya. Wajar kalau aku salah langkah. Wajar kalau aku jatuh. Salah itu bukan bukti kalau aku gagal. Salah itu bukti kalau aku berani jalan, bukan cuma diem di tempat.

Hari ini aku maafin semua kesalahan masa laluku. Aku nggak mau lagi jadi hakim yang paling kejam buat diri sendiri. Mulai sekarang aku janji jadi teman yang lebih baik buat aku sendiri. Yang nemenin pas gagal, yang nguatin pas capek, yang bilang “gapapa” pas semuanya berantakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *