Salah satu tantangan terbesar yang sering dialami anak muda saat ini adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Media sosial membuat kita bisa melihat kehidupan banyak orang hanya dalam beberapa detik. Kita melihat teman yang berhasil mendapatkan pekerjaan, seseorang yang sudah mencapai impiannya, orang yang terlihat selalu bahagia, atau seseorang yang tampaknya memiliki kehidupan sempurna.
Tanpa sadar, kita mulai membandingkan perjalanan hidup kita dengan perjalanan orang lain “Kok dia sudah sampai sana, sedangkan aku masih di sini?” “Kenapa hidup aku tidak sebaik mereka?” “Apakah aku kurang berusaha? Pertanyaan seperti itu sering muncul dan membuat kita lupa bahwa setiap orang memiliki waktu dan proses yang berbeda.
Apa yang terlihat di media sosial hanyalah bagian kecil dari kehidupan seseorang. Kita melihat hasilnya, tetapi tidak melihat perjuangan panjang yang mereka lalui. Kita melihat keberhasilan seseorang, tetapi tidak melihat kegagalan yang pernah mereka alami.
Mindfulness membantu kita untuk kembali fokus pada kehidupan diri sendiri.
Dengan mindfulness, kita belajar bahwa perkembangan diri bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang bagaimana kita terus bertumbuh sesuai kemampuan kita. Daripada terus melihat pencapaian orang lain, kita bisa mulai bertanya:
“Apa yang sudah aku lakukan sampai hari ini?” “Apa hal kecil yang sudah berhasil aku lewati?” “Apa yang bisa aku perbaiki untuk menjadi lebih baik?”
Pertanyaan sederhana seperti ini membantu kita membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.


Leave a Reply