Salah satu masalah yang sering dialami anak muda saat ini adalah overthinking. Overthinking adalah kondisi ketika seseorang terlalu banyak memikirkan sesuatu secara berulang-ulang sampai membuat diri sendiri merasa lelah.

Contohnya:
Setelah mengirim pesan kepada seseorang, kita langsung berpikir: “Kenapa dia belum balas chat?” “aku salah ngomong gak tadi?” “Apa dia gak suka ya sama aku?”
Atau ketika menghadapi masa depan: “Bagaimana kalau aku gagal?” “Bagaimana kalau aku tidak berhasil?” “Bagaimana kalau semuanya tidak sesuai rencana?”


Pikiran seperti itu bisa muncul kapan saja. Masalahnya bukan karena kita berpikir. Berpikir itu adalah hal yang normal. Tetapi ketika pikiran terus berjalan tanpa henti, kita bisa kehilangan ketenangan.Mindfulness membantu kita menyadari bahwa tidak semua pikiran harus dipercaya. Kadang pikiran hanya memberikan kemungkinan, bukan kenyataan.
Misalnya: “Aku pasti gagal.”


Dengan mindfulness, kita bisa mengubahnya menjadi: “Aku sedang takut gagal, tetapi aku masih bisa mencoba.” Perubahan kecil dalam cara berpikir ini bisa membuat kita lebih siap menghadapi tekanan. Kita tidak harus melawan semua pikiran negatif. Kadang cukup menyadari bahwa pikiran itu ada, lalu memilih bagaimana kita meresponsnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *